20 Juni 2020: Jenius Moneytory & Kompetisi

Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Saya adalah salah satu pengguna setia Jenius dan telah menjadi user sejak November 2017. Saya mengetahui keberadaan Jenius ketika sedang mencari bank yang debit card-nya bisa digunakan untuk transaksi online. Kebetulan saat itu saya sedang bermain Dropshipping di Shopify sehingga melakukan banyak transaksi secara online di AliExpress.

Saking pengennya saat itu untuk menjadi nasabah Jenius, mendaftar Jenius merupakan salah satu hal pertama yang saya lakukan setibanya di Indonesia. Hahahaha. So far setelah kurang lebh 3 tahun menjadi nasabah Jenius, saya cukup puas dengan layanan yang diberkan walaupun aplikasinya cukup lambar dibandingkan aplikasi bank yang lain. Paling tidak fitur transaksi gratis antar bank nya masih tersedia walaupun harus ada saldo mengendap.

Loncat ke Juni 2020

(Sebenarnya ini terjemahan dari Fast Forward to June 2020, tolong kasih tahu saya ya kalau ada terjemahan yang lebih halus. Terima kasih 🙂 )
Saya dan beberapa teman sedang mengerjakan sebuah side project untuk membantu orang dalam memantau pengeluaran. Tujuannya agar keuagan bisa lebih terawasi untuk mencapai hidup yang lebih hemat.

Tiba-tiba suatu hari saya mendapatkan email ini:

Spoiler email dari Jenius dalam rangka launch campaign produk terbaru mereka, Moneytory
Yup, that’s it. Our job is done here. Time to pack up our bag and leaves

Jika hal ini saya alami 6 tahun lalu, mungkin quote diatas benar-benar akan saya lakukan. Oh wait, 6 tahun lalu saya sebenarnya telah melakukan hal tersebut. Dunia ini memang lucu.

6 tahun lalu, ketika masih lugu-lugunya menjadi anak kuliah, saya dengan sok ngidenya mengajak beberapa teman untuk membuat startup. Development sudah berjalan beberapa bulan, prototype sudah ada (at least saat itu saya pikir itu adalah sebuah prototype), sempat ikut lomba sana-sini, hingga akhirnya kami memutuskan untuk menghentikan development setelah mengetahui bahwa aplikasi dengan konsep yang sama telah dirilis ole orang lain.

That’s it. Kami saat itu berfikir bahwa kompetisi telah selesai dan dimenangkan oleh orang lain yang telah merilis aplikasnya terlebih dahulu.

Kompetisi

Karena saat ini bukan 6 tahun lalu, kemarin saya sedikit tertawa ketika mendapatkan email tersebut. Oh Jenius, why do you have to do this right now. Lucu aja karena ditengah-tengah development Monee, tiba-tiba Jenius sebagai salah satu pioneer di Digital Banking meluncurkan fitur ini. Tidak mungkin kami bisa bersaing secara resource, sekarang saja kami harus curi-curi waktu di weekend dan begadang untuk mengerjakan Monee.

Lalu bagaimana? Apakah kita sudahi saja sampai disini?

Tentu saja tidak. Kompetisi itu bagus dalam setiap industri karena akan mendorong semua pemainnya untuk maju. Tanpa kompetisi, inovasi akan berjalan lebih lambat karena incumbent bisa santai-santai saja tanpa ada rasa khawatir akan digantikan oleh pesaingnya.

Contoh mudahnya kita bisa menengok ke industry smartphone dimana kecepatan inovasinya begitu tinggi karena persaingan yang sengit diantara pemain-pemain di industri tersebut.
Setelah Jenius meluncurkan Moneytory, saya langsung membuka Twiiter untuk mencari tahu response netizen terhadap fitur ini dan ternyata hasilnya sangat positif. Kami menganggap bahwa response netizen memvalidasi asumsi kami bahwa produk seperti ini memang dibutuhkan oleh banyak orang.

 

Komentar netizen Twitter terhadap fitur Moneytory Jenius

Kompetisi juga jarang sekali memunculkan winner takes all scenario dimana pada akhirnya hanya akan ada 1 pemain yang bertahan dan akhirnya bisa memonopoli market.

Skenario yang lebih sering terjadi dan lebih umum adalah dalam suatu market ada beberapa pemain yang bisa bertahan dimana setiap player memiliki keunikan masing-masing (unique selling point) yang dapat menarik segment market tertentu.

Satu hal yang perlu diingat terkait market adalah sifatnya yang tidak homogen. Setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda tergantung kondisi lingkungan dan beberapa hal lain.
Jenius tentu saja telah memiliki market dari user yang telah menggunakan layanan mereka. Tapi apakah semua orang menggunakan Jenius? Apakah bagi orang yang saat ini telah menggunakan Jenius, layanan spending tracker yang disediakan oleh Jenius sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka?

Terakhir, we are not even started. Bisa dibilang kami masih belum resmi memulai , sehingga tidak ada alasan bagi kami untuk berhenti. Kami juga menjalankan Monee sebagai side project yang kita kerjakan karena kita memang senang melakukannya, sehingga kita ga rugi apa-apa jika terus menjalaninya.

Minggu ini kami berencana untuk merilis update terbaru dari Monee dengan beberapa fitur tambahan yang semoga bisa membuat teman-teman semakin happy untuk menggunakan Monee.
Bagi kamu yang ingin mencoba menggunakan Monee, silahkan masukkan emailmu ke website Monee ya, tapi mohon bersabar karena akses biasanya kita berikan seminggu lagi.
Oh ya dalam seminggu terakhir sudah ada +- 50 orang yang mendaftarkan emailnya di Monee. Terima kasih atas dukugan dan kesediannya untuk menjadi beta teter Monee 🙂


Sampai jumpa!

Nikmati Catatan Keuangan #AntiRibet

PT. Mudah Atur Uang AXA Tower 45Th Floor, AXA Tower Jl. Prof. DR. Satrio No.Kav.18, RT.14/RW.4 Kuningan, Kuningan City, Jakarta Selatan 12940 Contact: hi@moni.id

Tentang Moni

Moni adalah aplikasi pencatatan pengeluaran terbaik dengan fitur unggulan berupa pencatatan pengeluaran secara otomatis.

Kami mempunyai visi untuk mejadikan pengelolaan keuangan pribadi menjadi mudah dan menyenangkan